Sobat SafarFriendly, pernah memikirkan satu masalah berulang kali sampai sulit tidur? Sudah mencoba berhenti memikirkannya, tetapi pikiran justru semakin ramai? Kondisi tersebut sering disebut sebagai overthinking. Seseorang dapat terus memikirkan masa lalu, mengkhawatirkan masa depan, atau membuat berbagai kemungkinan tentang sesuatu yang belum terjadi.
Dalam Islam, manusia diajarkan untuk berusaha dan merencanakan kehidupan. Namun, manusia juga diajarkan bahwa ada banyak hal yang berada di luar kendalinya. Karena itu, belajar mengelola pikiran dan berserah diri kepada Allah menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.
Apa Itu Overthinking?
Secara sederhana, overthinking adalah kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang-ulang. Contohnya ketika seseorang melakukan kesalahan kecil, kemudian terus memikirkannya sepanjang hari. Ada juga yang terlalu memikirkan masa depan hingga membuat dirinya takut sebelum sesuatu benar-benar terjadi.Memikirkan masalah sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Justru manusia perlu berpikir sebelum mengambil keputusan. Masalah muncul ketika pikiran tersebut tidak menghasilkan solusi dan justru membuat seseorang semakin cemas. Karena itu, salah satu langkah pertama adalah membedakan antara berpikir untuk mencari solusi dan terus memikirkan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan.
Mengingat Allah Saat Pikiran Mulai Tidak Terkendali
Islam mengajarkan pentingnya zikir sebagai salah satu cara mengingat Allah.
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Alā bi dzikrillāhi tathma’innul-qulūb.
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketika pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran, seseorang dapat mengambil waktu untuk berzikir dan berdoa. Tujuannya bukan sekadar menghilangkan pikiran secara instan, tetapi mengingatkan diri bahwa kehidupan tidak sepenuhnya berada dalam kendali manusia.
Fokus pada Hal yang Bisa Dilakukan
Salah satu penyebab overthinking adalah terlalu fokus pada sesuatu yang belum terjadi.
Misalnya, seseorang sudah mendapatkan pekerjaan tetapi terus memikirkan kemungkinan kehilangan pekerjaan tersebut. Atau seseorang ingin memulai sesuatu, tetapi terlalu takut dengan kemungkinan gagal.
Islam mengajarkan ikhtiar. Artinya, fokuslah pada bagian yang memang dapat dilakukan.
Jika ada masalah yang bisa diselesaikan, buat langkah konkretnya. Jika belum ada tindakan yang dapat dilakukan, jangan biarkan pikiran terus berputar tanpa arah.
Dengan begitu, energi yang sebelumnya digunakan untuk mengkhawatirkan sesuatu dapat dialihkan menjadi usaha nyata.
Belajar Tawakal Setelah Berusaha
Tawakal sering kali disalahpahami sebagai pasrah tanpa melakukan apa-apa. Padahal, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berusaha.
Setelah melakukan ikhtiar, hasilnya diserahkan kepada Allah.
Hal ini penting bagi seseorang yang sering overthinking karena tidak semua hasil dapat dipastikan. Kita dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin, tetapi tidak dapat mengendalikan seluruh keadaan.
Menerima kenyataan tersebut dapat membantu seseorang menjalani proses tanpa terus-menerus menuntut kepastian.
Jangan Terjebak pada Masa Lalu dan Masa Depan
Masa lalu dapat menjadi pelajaran, sedangkan masa depan dapat menjadi sesuatu yang dipersiapkan. Namun, keduanya tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk menjalani hari ini. Jika melakukan kesalahan, ambil pelajarannya dan perbaiki apa yang masih dapat diperbaiki. Jika mengkhawatirkan masa depan, lakukan persiapan yang memang bisa dilakukan hari ini. Dengan cara tersebut, pikiran memiliki arah yang lebih jelas.
Overthinking dan Pentingnya Berdoa
Doa dapat menjadi tempat seorang Muslim menyampaikan kekhawatiran kepada Allah.
Tidak harus selalu menggunakan kalimat yang panjang. Seseorang dapat berbicara kepada Allah dengan jujur mengenai apa yang sedang dirasakan dan memohon diberikan jalan terbaik.
Selain itu, menjaga salat, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta membangun rutinitas yang sehat dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga ketenangan diri.
Jika overthinking sudah sangat mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional juga dapat menjadi bentuk ikhtiar.
Pada akhirnya, mengatasi overthinking menurut Islam bukan berarti membuat seseorang tidak pernah khawatir. Manusia tetap memiliki rasa takut dan cemas. Yang penting adalah bagaimana seseorang menghadapi perasaan tersebut tanpa membiarkannya menguasai seluruh kehidupannya. Tetap berusaha, berdoa, dan belajar menyerahkan hal-hal yang memang berada di luar kendali kepada Allah.